MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Jember lakukan konsolidasi dengan Masyarakat 12 Desa terdampak PT Imasco menjelang Aksi Akbar dengan satu tujuan “TUTUP PABRIK IMASCO”

MAKi Jatim dan Laskar Jahanam siap membawa permasalahan warga terdampak PT Imasco,pabrik semen singa merah ke Pusat
0
70

Jumat,17 April 2026,Heru MAKI,Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Provinsi Jawa Timur bersama beberapa jajaran pengurus beserta Dwi Agus,Ketua Laskar Jahanam (Jalinan hati anak manusia) Jember beserta jajaran pengurusnya melakukan pertemuan konsolidasi internal berkenaan dengan rencana pertemuan dengan warga terdampak PT Imasco Jember.

Konsolidasi internal kedua lembaga tersebut salah satunya membahas secara intensif tentang rencana pertemuan dan konsolidasi warga pada 12 Desa terdampak akibat operasional pabrik semen singa merah PT Imasco Asiatic.

Sabtu pagi,18 April 2026,MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam Jember bergerak bersama sama untuk melakukan silaturahmi dan konsolidasi dengan warga dan perwakilan 12 Desa yang bisa ditengarai menjadi korban terdampak dari operasional usaha pabrik semen singa merah PT Imasco.

Konsiliasi dalam kemasan silaturahmi positif tersebut dilakukan bersama warga terdampak PT Imasco dan menjadi sarana mendengarkan curhat dan keluh kesah warga yang merasakan langsung dampak negatif dari operasional usaha dari pabrik semen singa merah PT Imasco Jember.

Beragam masalah seperti suara kebisingan selama 24 jam sehari penuh diluar kewajaran satuan decibel tingkat kebisingan suara,kwalitas panen tembakau rendah sehingga harus dijual dibawah harga pasar akibat polusi asap pembakaran Batu Bara,keluhan kesehatan berkaitan dengan pernafasan menjadi beberapa variabel rangkuman dampak negatif dari operasional produksi pabrik semen singa merah.

Ditambah kemudian sangat rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal yang seharusnya bisa bekerja pada pabrik PT Imasco sesuai janji awal dan akhirnya janji hanya sebatas janji untuk nama besar PT Imasco Asiatic.

Dan yang lebih memprihatinkan serta menjadi permasalahan yang sangat serius adalah potensi hancurnya perekonomian warga yang melakukan usaha produksi gamping di wilayah desa Grenden,dimana awalnya rumah warga dibangun dari semen gamping,dengan adanya PT Imasco,akhirnya masyarakat berpindah dari gamping ke semen singa merah PT Imasco Asiatik.

Beragam dampak negatif yang dirasakan warga 12 desa terdampak PT Imasco menjadi narasi utama dan sudah sepatutnya menjadi perhatian semua pihak pada skala Nasional.

Pertemuan dalam kemasan silaturahmi dan konsolidasi mencapai kata sepakat untuk kemudian akan digelar pertemuan akbar bersama Masyarakat secara keseluruhan sebagai prolog giat awal menjelang aksi demo akbar penutupan pabrik semen singa merah PT Imasco.

MAKI Jatim secara kelembagaan juga akan melakukan pulbaket internal berkaitan dengan keberadaan dokumen berkas perijinan operasional PT Imasco yang menurut tim hukum MAKI Jatim,diduga pemberkasan ijin operasional PT Imasco banyak sekali terjadi potensi manipulasi data.

Variabel utama adalah banyaknya keluhan warga yang erat kaitannya dengan berkas ijin seperti AMDAL,Amdalalin,Drainase,kajian drainase,dokumen pendukung dan sudah bisa dianggap menyalahi aturan serta regulasi dalam hal perijinan berbasis beragam masalah yang menimpa warga terdampak.

MAKI Jatim juga akan berkirim surat permohonan RDP (rapat dengar pendapat) dengan Komisi XII DPR RI serta siap menyampaikan Surat Terbuka kepada Presiden Prabowo untuk menyampaikan dampak negatif yang dirasakan warga terdampak akibat operasional usaha pabrik semen PT Imasco.

“Semua langkah,baik langkah menggelar aksi demo akbar bersama warga,dan membawa keluhan warga pada tataran skala Nasional menjadi ikhtiar bersama MAKI Jatim dan Laskar Jahanam bersama warga demi kemaslahatan dan kenyamanan masyarakat yang lokasi tempat tinggalnya tidak jauh dari pabrik PT Imasco,”pungkas Heru MAKI.

Leave a reply