Menjelang pembentukan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur yang nantinya menjadi “RUMAH BESAR” bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Timur

Ibunda Gubenur Jawa Timur menjadi satu satunya Gubernur di Indonesia yang berani melakukan penambahan nomenklatur ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur
0
26

Persis satu bulan yang lalu,Surabaya tercinta menjadi lokasi syuting film dengan genre horor berjudul “Zona Merah” dengan artis utamanya Luna Maya dan Lukman Sardi,artis papan atas Indonesia.

Menjadi narasi yang sangat menarik dimana Kota Pahlawan Surabaya akhirnya menjadi incaran para sineas profesional dengan mengandalkan aneka venue menarik pada beberapa bagian kota Surabaya.

Ada juga Sutradara film kenamaan yaitu Mas Bambang Driasmono yang telah membuat puluhan film layar lebar bergenre horor,bahkan sudah melanglang buana ke Negeri Jiran Malaysia,untuk membuat film berskala internasional.

Dua cerita diatas menjadi penggalan cerita berbasis fakta kejadian yang menjadi salah satu inspirasi lahirnya apa yang dinamakan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur.

Heru MAKI,penggagas terbentuknya organisasi yang dinamakan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur menyampaikan bahwa sudah saatnya di Jawa Timur ini ada satu wadah atau yang dinamakan Rumah Besar bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif Jawa Timur.

Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur nantinya akan menjadi Rumah Besar bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif seperti Sutradara dan produser film,Production House (PH),dunia Event Organizer (EO),vendor sound system,lighting serta kelengkapannya,pemilik rumah karaoke dan tempat hiburan,serta personal yang ada didalamnya.

Pun juga para Pelaku usaha wedding organizer,pelaku usaha pemotretan serta pembuatan videografi,para pelukis serta dunia musik atau musisi juga menjadi bagian penting dalam Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif.

Ide dan gagasan pentingnya Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif tersebut berawal dari bagaimana minimnya perhatian dan atensi para pengambil kebijakan (policy maker) terhadap para pelaku usaha ekonomi kreatif.

Bukan hanya itu,kadang perlakuan berbasis kebebasan yang bertanggung jawab masih dianggap sumir oleh policy maker,dan tidak ada dukungan atau support yang komprehensif dan berkelanjutan terutama bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Isu yang berhembus di Pemerintah Pusat bahwa hampir 300 Milyard anggaran untuk event Organizer sangat berpotensi mengarah kepada dugaan perilaku koruptif dalam pelaksanaannya.

Yang harus dipahami bahwa keberadaan pelaku usaha ekonomi kreatif tersebut ternyata bisa menjadi salah satu jawaban untuk menekan dunia pengangguran aktif dan pasif.

Dalam melakukan aktivitasnya dalam dunia ekonomi kreatif,banyak sekali masyarakat yang pastinya terlibat disitu dan menjadi bagian penting untuk bersama sama bekerjasama dalam ruang lingkup usaha ekonomi kreatif.

Sebut saya wedding organizer,dalam dunia WO tersebut,banyak sekali peluang kerja yang terbuka secara insidentil,contohnya sebagai waiter atau waitres,koki masakan,pembuat tanaman,fotografer,musisi band pengiring,petugas kebersihan,para perias,dan lainnya.

Pun demikian untuk usaha ekonomi kreatif lainnya,seperti pembuatan film,tentunya juga membutuhkan rekrutmen tenaga kerja dengan aneka posisi yang diharapkan.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif ini,dalam melakukan aktifitas kegiatannya kadang berjalan dengan sendirinya tanpa ada dukungan serta support dari para pengambil kebijakan terutama perhatian dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Disitulah penting kiranya untuk bersama sama mendukung serta menjadi anggota Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur,dimana salah satu tupoksinya adalah menjadi jembatan aktualisasi nyata untuk dukungan serta support dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan penajaman irisan kebijakan serta pembahasan berbagai kemudahan bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif.

Tidak cukup dengan narasi suport dan dukungan,pentingnya pendampingan dan perlindungan hukum bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif serta perlindungan tenaga kerja yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur,juga menjadi ikhtiar utama yang harus dijalankan.

Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur juga akan bertransformasi secara positif dan nyata sebagai wadah utama dalam memberikan dukungan kuat serta akan selalu membersamai wajah pembangunan Provinsi Jawa Timur.

Dukungan nyata dan utama sudah ditunjukkan oleh Ibunda Gubernur Jawa Timur dengan menggagas penambahan nomenklatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menjadi Dinas Kebudayaan,Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jaww Timur.

Penambahan nomenklatur dan frasa “ekonomi kreatif” ini tentunya menjadi momentum kebangkitan para pelaku usaha ekonomi kreatif terutama bagi mereka yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur yang secepatnya akan di launching resmi keberadaan organisasinya.

“Niat baik yang berasal dari kepedulian dan minimnya perlindungan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif,untuk kemudian bersatu dalam wadah Rumah Besar Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur,Insya Allah akan disambut dengan baik,untuk bersama sama ikut menjalankan perannya dalam laju pembangunan Provinsi Jawa Timur,”jelas Heru MAKI.

Leave a reply