Belum juga memasuki masa persidangan korupsi terkait kasus korupsi pada Dinas ESDM Jatim,ditengarai berbasis anggaran “kecil” saja,DESDM Jatim diduga mulai main main lagi

0
45

Masih terngiang dalam ingatan kita,bagaimana kemudian Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus menanggung malu akibat aib kasus korupsi yang ditorehkan oleh Dinas ESDM Jatim yang kemudian mentersangkakan Kadis ESDM,2 Kabid dan 1 Kepala Seksi,sampai pada terjadinya salah satu Kabid Meninggal Dunia di Lapas Kejati Jatim.

Masih tidak lupa juga kita dengan memori bagaimana pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang tiba tiba melakukan upaya penggeledahan pada kantor Dinas ESDM Jatim berkaitan dengan dugaan kasus korupsi yang mendera DESDM Jatim.

Pasca kejadian diatas,secara definitif,Ibunda Gubernur Jawa Tumur akhirnya melantik Pak Aftabuddin sebagai Kepala Dinas ESDM Jatim yang baru sebagai pengganti Aris Mukiyono yang saat ini masih tersandera kasus dugaan korupsi.

Pergantian jabatan Kepala Dinas ESDM Jatim tentunya selaras dengan harapan besar Masyarakat Jawa Timur dan MAKI Jatim secara kelembagaan,akan adanya transformasi mendasar perubahan untuk mengarah ke hal yang lebih baik dan jauh dari kata Korupsi pada Dinas ESDM Jatim.

Seperti peribahasa “Jauh Panggang dari Api” yang mengisyaratkan arti “tidak sesuai dengan harapan” patut untuk disematkan kembali pada Dinas ESDM Jatim.

Hal ini mengemuka ketika Dinas ESDM Jatim menjadi peserta Pameran Jatim Fest tahun 2026 dan dugaan “main main” anggaran diduga sudah mulai terlihat dengan jelas.

Pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) tahun anggaran 2026 berbasis anggaran APBD 1 Pemprov Jatim,terlihat dengan jelas pada DIPA Anggaran,Dinas ESDM Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk mengikuti Pameran Jatim Fest tahun anggaran 2026 dengan rincian :
1. Belanja jasa sewa lahan dan dekorasi Booth sebesar 200 juta rupiah
2. Pengadaan belanja Souvenir untuk Jatim Fest pameran sebesar 66 juta rupiah
3. Pengadaan seragam khusus bagi person yang menjaga stand pameran ESDM Jatim sebesar 33 juta rupiah.

Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim mencoba membedah dengan detail,semangat dari alokasi anggaran yang telah disiapkan oleh Dinas ESDM Jatim.

Telaah awal adalah adanya fakta anggaran belanja jasa sewa dan dekorasi pameran sebesar 200 juta rupiah.Anggaran keikut sertaan Dinas ESDM dengan memasang anggaran 200 juta rupiah ini merupakan “lagu lama” yang setiap tahunnya berdering pada saatnya dan dipastikan tidak pernah berganti judul.

Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim menyampaikan bahwa sesuai data yang ada,hampir setiap tahunnya Dinas ESDM Jatim mengalokasikan anggaran sebesar 200 juta rupiah,berbasis fakta bahwa anggaran sewa lahan dan anggaran pembuatan booth dekorasi pameran diduga tidak sampai 100 juta rupiah.

Kenyataan diatas tentunya menjadi hal yang sangat ironi serta linier berjalan bersama dengan dugaan adanya gratifikasi atau Cash Back yang juga sudah menjadi “lagu lama” para OPD Pemprov Jatim ketika mengikuti pameran yang diselenggarakan pihak EO penyelenggara Pameran.

Hal ini menjadi ironi juga terkait keikut sertaan Dinas ESDm Jatim dalam Pameran Jatim Fest dikarenakan pengunjung yang berkunjung pada stand Dinas ESDM Jatim kebanyakan adalah ASN di lingkungan OPD DESDM Jatim dan pengunjung pameran yang notabene dipastikan bukanlah pengunjung dalam dunia yang berkaitan dengan dunia energi dan sumber daya mineral,termasuk pelaku atau pemilik tambang didalamnya sehingga terkesan menjadi sarana untuk menuang anggaran untuk giat yang tidak ada korelasinya dengan Dinas ESDM Jatim.

Pembahasan kedua sekarang menyangkut anggaran pembelian souvenir sebesar 66 juta rupiah lebih,dimana dalam praktiknya,souvenir tersebut akan diberikan apabila pengunjung berhasil “memenangkan” game yang telah disediakan oleh Dinas ESDM Jatim,dan Souvenir yang telah disiapkan berbasis anggaran APBD 1 Pemprov Jatim,ternyata tidak dibagikan secara gratis kepada pengunjung pada stand pameran Dinas ESDM Jatim.

Pembahasan yang ketiga adalah pembuatan seragam pameran Jatim Fest pada personel yang ditugaskan menjaga stand,dimana terlihat rata rata jumlah person yang menjaga pameran sekitar 10-13 personel saja dan hanya menggunakan seragam yang sama selama 1 hari menjaga pameran.

Anggaran pembuatan seragam pameran yang berjumlah 33 juta rupiah,apabila dikalkulasikan secara sederhana pada anggaplah 15 personel,total jumlah anggaran pembuatan seragam yang dibutuhkan hanyalah tidak lebih dari 15 juta rupiah saja.

Dari 3 point oembahasan diatas,tidak salah kalau kemudian tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim menengarai adanya dugaan korupsi pada 3 item judul anggaran tersebut.

“Hasil dari temuan dan validasi data dari tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim saya yakin sudah sangat lengkap dan sudah diserahkan kepada Bidang Hukum MAKI Jatim untuk kemudian akan menjadi berkas pelaporan hukum,”jelas Heru MAKI,Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur.

Bukan hanya Dinas ESDM Jatim,Heru MAKI Menegaskan akan juga melaporkan jajaran PPK,KPA dan PA pada OPD Pemprov Jatum yang berkaitan dengan pameran Jatim Fest 2026 ini ke ranah hukum,termasuk didalamnya laporan hukum untuk EO penyelenggara pameran.

Tercatat kurang lebih ada 20 jajaran OPD Pemprov Jatim yang mengikuti pameran Jatim Fest 2026,termasuk juga BUMD Jatim yang juga mengikuti pameran yang sama.

“Selambu sudah ditarik dan sudah dibuka,Insya Allah dugaan korupsi serta dugaan gratifikasi atau cash back yang menyertai pameran Jatim Dest mulai tahun 2023,2024,2025 dan tahun 2026 akan terungkap dengan jelas dan transparan,termasuk pengungkapan pihak pihak yang diduga telah sukses menerima Cash back dari anggaran keikut sertaan pameran Jatim Fest,CATAT ITU,”pungkas Heru MAKI.

Leave a reply