MAKI Jatim dan Baznas Jatim siap bersinergi positif terutama dalam hal peningkatan signifikan pemenuhan target pengumpulan dana Zakat,Infaq dan sedekah

0
32

Malam yang terlihat hening bertabur bintang bintang di langit yang sangat cerah (30/09) menjadi saksi Ilahi pertemuan dengan penuh rasa persaudaraan dan persahabatan antara Heru MAKI,Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur dengan Gus Ghofirin beserta jajaran,Ketua Baznas Jatim periode 2026-2031.

Pertemuan kedua sahabat di salah satu resto jalan Gayungsari terlaksana sebagai bagian dari proses Tabayun positif untuk menyamakan persepsi bersama demi mendukung peningkatan kwalitas Baznas Jatim dan menjadikan Baznas Jatim untuk menjadi Lembaga Amil Zakat terpercaya bagi Masyarakat Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut,Heru MAKI membuka percakapan dengan memberikan alasan kuat pasca berita yang beredar pada linimasa media sosial berkenaan dengan “Error Case” pada laman laporan keuangan di Website resmi Baznas Jatim.

Heru MAKI menyampaikan bahwa “pesan kuat” dari berita tersebut lebih menekankan harapan untuk Gus Ghofirin,Kepala Baznas Jatim yang baru saja menjabat 1 bulan yang lalu untuk lebih fokus memberikan sajian LPJ atas pengelolaan Zakat,Infaq dan Sedekah dari Masyarakat Jawa Timur secara terbuka dan transparan.

Heru MAKI memberikan saran penguat bahwa tugas utama Baznas Jatim saat ini adalah kembali meraih kepercayaan penuh terutama bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terutama dalam hal “target” pemenuhan pengumpulan dana Zakat,Infaq dan sedekah lewat Unit Pemgumpul Zakat (UPZ) pada masing masing OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Sharing saran dari MAKI Jatim tersebut ternyata mendapatkan tanggapan positif dari Gus Ghofirin,Kepala Baznas Jatim dan menjadi syiar untuk rencana perbaikan dan peningkatan kwalitas baik SDM maupun target pemenuhan dana Zakat,Infaq dan Sedekah.

Dengan tegas dan lugas serta sangat terukur dalam penyampaian Literasi bahasanya,Gus Ghofirin menyampaikan bahwa semangat transparansi seperti harapan MAKI Jatim sudah mulai dilaksanakan,tetapi baru berbasis data pemasukan dan pengeluaran yang sifatnya pribadi kepada WA yang ditujukan untuk para UPZ OPd dan pihak terkait.

Gus Ghofirin juga menekankan bahwa pengembangan sistem administrasi berbasis laporan pertanggungjawaban penyaluran Zakat,Infaq dan sedekah dari Baznas Jatim secepatnya akan dibenahi dan sebagai langkah awal Gus Ghofirin sudah melaksanakan Literasi dana masuk ke rekening resmi Baznas Jatim saat ini tidak lagi menggunakan Cek keuangan tetapi bisa langsung melakukan transfer atau pembayaran zakat via Qris sehingga tidak ada lagi lalu lalang uang cash atau cek di internal Baznas Jatim.

Terobosan awal dan luar biasa tersebut menjadi ikhtiar bersama Gus Ghofirin dan jajaran pengurus Baznas Jatim,termasuk didalamnya adanya assesment lebih komprehensif dan terukur dalam pendistribusian dana Zakat,Infaq dan Sedekah berbalut beberapa program diantaranya dalam dunia Kesehatan,Ekonomi dan pendidikan salah satunya bagi Masyarakat Jawa Timur.

Berkenaan dengan penjelasan lanjutannya,Gus Ghofirin menyampaikan bahwa saat ini target pengumpulan dana Zakat,Infaq dan sedekah dari ASN di lingkungan Pemprov Jatim masih sangat rendah,dimana apabila dikalkulasikan,seharusnya Baznas Jatim ini bisa menerima pengumpulan uang zakat perbulan kurang lebih 10 Milyard rupiah setiap bulannya.

Tetapi pada kenyataannya,penerimaan zakat dari ASN di lingkungan Pemprov Jatim per bulan hanya sekitar 2,8 Milyard,jauh dari angka target yang seharusnya 10 Milyard per bulan.

Keterangan Gus Ghofirin tentu saja memantik kekagetan Heru MAKI dan Heru MAKI menekankan siap membantu Baznas Jatim terutama dalam hal pemenuhan target realisasi Zakat dari ASN di lingkungan Pemprov Jatim dengan cara cara yang bijaksana dan terukur.

Heru MAKI menekankan bahwa pemenuhan realisasi program dari Baznas Jatim tentunya tidak lepas dari pemenuhan target penerimaan yang seharusnya bisa mencapai 10 Milyard per bulan dari ASN di Lingkunhan Pemprov Jatim.

“Pemenuhan target realisasi penerimaan uang zakat,Infaq dan sedekah dari ASN di lingkungan Pemprov Jatim harus bisa kembali mencapai angka 10 Milyard per bulan sesuai dengan kalkulasi jumlah ASN Pemprov Jatim,kami siap turun untuk sowan ke semua Kepala Dinas Pemprov Jatim berkaitan dengan atensi dan perhatian dari jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Jatim untuk bersama sama menunjang ikhtiar angka 10 Milyard per bulan tersebut,”jelas Heru MAKI.

Bukan hanya itu,Heru MAKI juga memberikan peluang terobosan dalam hal pengumpulan dana Zakat,Infaq dan sedekah lewat semua rekanan pemenang tender mikom e Catalogue dengan cara memberikan formulir isian jumlah zakat,Infaq dan sedekah yang dititipkan kepada PPK OPD Pemprov Jatim pada saat para rekanan itu menanda tangani Surat PO/SPK dengan OPD teknis terkait .

“Ilustrasi teknisnya sederhana,ketika rekanan mau tanda tangan kontrak,rekanan tersebut juga diminta mengisi formulir resmi dari Baznas Jatim terkait berapa berapa uang Infaq yang bisa diserahkan ke Baznas Jatim untuk dikelola dan ini HARUS BERLAKU pada semua OPD Pemprov Jatim serta semua rekanan yang mendapatkan amanah untuk mengelola anggaran APBD 1 Pemprov Jatim DAN TIDAK ADA PENGECUALIAN,”ungkap Heru MAKI.

Heru MAKI penegasan bahwa formulir isian dana Infaq Baznas Jatim tersebut harus diserahkan dan diisi rekanan Pemprov Jatim sebelum proses pencairan/Invoice dan PPK akan memproses invoice tersebut apabila formulir isian data dana Infaq sudah diserahkan dan dilaksanakan terlebih dahulu oleh rekanan pelaksana pekerjaan berbasis anggaran DIPA APBD 1 Pemprov Jatim.

Terobosan ini sangat mendapatkan apresiasi luar biasa dari Gus Ghofirin selaku Kepala Baznas Jatim dan berharap semoga hal tersebut bisa direalisasikan secepatnya.

“Dalem sampaikan bahwa hal itu sangat wajar karena para rekanan itu pastinya akan mendapatkan profit dari proyek yang dikerjakan dan ini berbasis anggaran APBD 1 MILIK Pemprov Jatim,sudah selayaknya para rekanan sadar untuk menyisihkan sebagian kecil saja dari profit yang diraihnya dalam bentuk dana Infaq untuk seterusnya diserahkan pengelolaannya ke Baznas Jatim,”jelas Heru MAKI.

MAKI Jatim secara kelembagaan siap bersinergi positif dengan Baznas Jatim berkaitan dengan pengumpulan dana zakat,Infaq dan sedekah dari para rekanan pemenang tender dan atau pemenang PL berbasis anggaran APBD 1 Pemprov Jatim tersebut.

Hal ini tentunya juga harus mendapatkan dukungan dari para Pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Jatim dalam tataran teknis yang melibatkan PPK pekerjaan pada masing masing OPD tersebut diatas.

Sinergi kebersamaan positif inilah yang sangat diharapkan Masyarakat Jawa Timur terutama Masyarakat yang masuk dalam kategori penerima manfaat dari Baznas Jatim.

Leave a reply