Puncak giat peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke 81 Tahun di Kabupaten Sumenep diharapkan menjadi “pesan politis” kuat berpadunya tentang Pasangan Cagub H Emil Dardak dan Cawagub H Fauzi,Bupati Sumenep

Heru pengamat politik Jawa Timur : semoga sinyal tabayun Partai Demokrat Jatim dan Partai PDIP Jatim menjadi semangat positif dalam Pilgub 2029/2030 nantinya
0
22

Secara resmi,Ibunda Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa Puncak peringatan Hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan diselenggarakan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2026 ini.

Secara politis,Heru,pengamat politik “rakyat jelata” memberikan apresiasi luar biasa atas inisiasi Ibunda Gubernur Jawa Timur menempatkan Kabupaten Sumenep sebagai venue penyelenggaraan Puncak kegiatan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke 81 Tahun dalam tahun 2026 ini.

Secara politis,Heru juga menyampaikan adanya nuansa politis kental dibalik penunjukkan Kabupaten Sumenep sebagai tempat penyelenggaraan Puncak giat Hari Jadi Pemprov Jatim.

“Semoga ini menjadi jalan tabayun antara Bapak H Emil Dardak dengan Bapak H Fauzi (Bupati Sumenep) menuju kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada tahun 2029/2030 nantinya,”ujar Heru,pengamat politik “rakyat jelata”.

Dalam kontestasi menjelang Pilgub Jatim tahun 2029/2030,pastinya Provinsi Jawa Timur akan menjadi barometer Epicentrum pertarungan para pasangan calon Gubernur dan Epicentrum pertarungan terbuka untuk Partai Politik pengusung para pasangan Calon tersebut.

Partai PDIP Jatim pasca kedatangan Ibunda Megawati,Ketua Umum Partai PDIP sudah mulai memanaskan mesin partai politiknya dan telah menyampaikan ikrar bahwa Partai PDIP Jawa Timur akan mengusung Calon Gubernur dari internal Partainya sendiri.

Pun demikian untuk Partai Demokrat pasca pelaksanaan Musda Partai Demokrat Jawa Timur,secara sepakat dan aklamasi memilih kembali Bapak H Emil Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur.

Secara kontestasi pertarungan politik,bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan,menurut Heru apabila kedua partai besar di Jawa Timur ini akhirnya harus berhadapan secara terbuka dalam kontestasi Pilgub Jatim tahun 2029/2030 dan hal ini berpotensi memicu eskalasi pertarungan politik tingkat tinggi.

Bukan hanya itu,eskalasi politik dampak pertarungan kedua Partai besar Jawa Timur yang mengusung pasangan Cagub,baik dari Partai Demokrat Jawa Timur dan Pattai PDIP Jatim juga akan berpengaruh kepada tata laksana kehidupan bermasyarakat Jawa Timur secara meluas.

Hal ini dipastikan tidak akan terjadi apabila Kedua Partai Besar yaitu Partai Demokrat Jatim dan Partai PDIP Jatim akhirnya melakukan Tabayun positif serta bersepakat dengan menempatkan H Emil Dardak sebagai Calon Gubernur dan H Fauzi (Bupati Sumenep,kader militan Partai PDIP Jatim) dan sepakat membangun kekuatan bersama dalam kontestasi Pilgub Jatim tahun 2029/2030.

Kekuatan kedua partai besar tersebut tentunya akan menjadi “Magnet politik” yang luar biasa untuk Partai Partai politik lainnya di Jawa Timur,dengan mengusung keyakinan politis bahwa pasangan H Emil Dardak (Cagub) dan H Fauzi (Cawagub) akhirnya menjadi solusi politis untuk menghindari melonjaknya eskalasi Politik yang akan berpotensi terjadi dan berpotensi juga akan mengarah kepada narasi “Crowd of Politic”.

Heru Satriyo,S.Ip,Pengamat politik “Rakyat Jelata” sangat berharap besarnya potensi keberhasilan berpadunya kedua kekuatan besar dari Partai Demokrat dan Partai PDIP Jatim akan segera terwujud dalam giat ikrar deklarasi bersama.

“Ketika H Emil Dardak menjadi Cagub Jatim berpasangan dengan H Fauzi sebagai Cawagub Jatim dari Partai PDIP Jatim,akan menjadi muara politis besar perpaduan positif berkaitan dengan kepentingan Jawa Timur dan kepentingan Pulau Madura yang akan menyatu dalam pemerataan program pembangunan Pemprov Jatim pada semua lini dan wilayah,dan itu sangat positif sekaligus menjadi kekuatan yang penetralisir berkenaan dengan potensi munculnya potensi negatif dari tinggi gesekan dalam Pilgub Jatim nantinya,”pungkas Heru mengakhiri sesi wawancara.

Leave a reply