
Menarik untuk diungkap dan mulai menjadi “bahasan” politik sexi apabila dikaitkan dengan dinamika politik yang berkembang serta sajian gambaran peta kekuatan politik untuk menjajaki pesta demokrasi Pilgub Jatim dalam mengusung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur ke depan.
Hal ini diawali dengan pelaksanaan Konsolidasi Internal Partai PDIP sekaligus penutupan turnamen sepak bola SOEKARNO CUP yang langsung dihadiri Ibunda Megawati Soekarnoputri di Hotel Vasa Surabaya pada tanggal 23-24 Agustus 2026.
Dalam orasi politiknya,Ibunda Megawati Soekarnoputri mengingatkan kembali bahwa Surabaya,Jawa Timur sebagai “Dapur Nasionalisme” karena menurut Beliau,Surabaya ini kaya akan rekam jejak perjuangan Bung Karno.
Dalam sambutan lainnya,Said Abdullah,Tokoh sentral Partai PDIP di Provinsi Jawa Timur sudah mulai mengungkii seruan bahwa sudah saatnya Partai PDIP mempunyai Gubernur sendiri dan diamini oleh semua peserta giat Konsolidasi Partai PDIP se Jawa Timur serta senyuman perjuangan khas dari Ibunda Megawati Soekarnoputri.
Sementara itu,dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke 7 Partai Demokrat Jawa Timur yang berlangsung tanggal 27-29 Agustus 2026 di Hotel Novotel Samator Surabaya,secara Aklamasi,Emil Dardak Elestianto terpilih kembali untuk menjadi Nahkoda Partai Demokrat Jawa Timur tahun kepemimpinan 2026-2031.
Dalam sambutannya,Ibunda Khofifah Indar Parawansa,Gubernur Jawa Timur yang hadir pada Musda ke 7 Partai Demokrat Jawa Timur,menyampaikan doa terbaik agar Emil Dardak menjadi Pemimpin Jawa Timur pada masa mendatang.
“Hari ini kita bersama sama menguatkan dan mengantarkan Pak Emil Dardak Elestianto pada saatnya dari Musda ke 7,tujuh ini pitulungan dari Allah SWT,menurunkan pertolongan untuk bisa menjadi Komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini,”tandas Ibunda KIP,Gubernur Jawa Timur.
Pernyataan Ibunda KIP Gubernur Jawa Timur diamini oleh semua peserta Musda ke 7 Partai Demokrat Jawa Timur serta adanya pernyataan dukungan juga dari KH Asep Saifuddin Chamim yang siap untuk menjadi barisan utama untuk mendukung Pak Emil menjadi Gubernur Jawa Timur.
Dari 2 kegiatan politik yang telah selesai dengan sukses dilaksanakan,potensi dan opini peta politik sudah mulai dibangun oleh 2 Partai Besar yaitu PDIP Jatim dan Partai Demokrat Jawa Timur.
“Gambaran akan adanya Calon Gubernur Jawa Timur dari Partai PDIP dan Partai Demokrat Jatim menarik untuk diungkap dalam pola pandang pemikiran politis praktis dan bisa menjadi akhir dari polemik politis menjelang Pilgub Jatim 2029/2030 nantinya,”ujar Heru Satriyo,S.Ip,pakar politik Jawa Timur.
Dalam penegasan penyampaiannya,Heru Satriyo mengungkapkan bahwa keberadaan 2 Partai besar yang sudah berani mengulik kekuatan partainya dalam Pilgub Jatim mendatang bisa menjadi indikator simpul kekuatan besar dengan ilustrasi pertarungan politik yang menarik untuk dibahas kemudian.
Heru Satriyo,Pakar Politik Jawa Timur juga menyampaikan alasan akan menjadi hal yang sifatnya sederhana secara politik apabila kekuatan politis dari kedua partai yaitu Partai PDIP Jatim dan Partai Demokrat Jawa Timur ini nantinya akan bergabung dalam sebuah kekuatan besar untuk bersama sama mengajukan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur mendatang.
Sesederhana itu,menurut Heru Satriyo,apabila kedua partai besar tersebut bergabung dalam bingkai politik Mojopahit,maka konstelasi politik untuk Cagub dan Cawagub Jawa Timur bisa dianggap selesai tanpa menafikan kekuatan Partai Politik yang entah akan menjadi Partai pendukung atau mengambil opsi sebagai Partai pengusung untuk Cagub dan Cawagub lainnya.
“Masih terlalu dini memang,tapi sebagai masyarakat Jawa Timur,elok kiranya kalau saya berharap kekuatan 2 partai besar yaitu PDIP Jatim dan Partai Demokrat Jatim ini menyatu dalam Pilgub Jatim mendatang,di mana Emil Dardak sebagai Cagub dan Cawagubnya diisi oleh Kader PDIP Jatim,”harap Heru Satriyo,pakar politik Jawa Timur.
Wawancara yang dilakukan di tengah pemilihan pasca operasi Funkuneinya,Heru Satriyo menyatakan bahwa Provinsi Jawa Timur yang tetap akan menjadi Barometer Poltik Nasional harus adem ayem dalam menghadapi euforia pesta demokrasi mendatang dan hal itu bisa terjadi apabila Partai Demokrat Jawa Timur erat memeluk Partai PDIP Jawa Timur.
Tentunya tidak juga menutup kemungkinan bahwa kedua partai tersebut terbuka peluang untuk masing masing mengusung Cagub dan Cawagubya sendiri,dimana hal itu akan membuat situasi politik menjelang pesta demokrasi akan semakin semarak dengan berbagi potensi chaos pada tataran akar rumput pastinya.
Dalam penutupnya,Heru Satriyo,Pakar politik Jawa Timur tetap menyampaikan harapan dan doa politisnya untuk Partai PDIP Jatim dan Partai Demokrat Jatim,nantinya bisa beriringan dengan mesra dengan kekuatan politisnya dan sepakat bersama sama mengusung Cagub dan Cawagub dalam pesta demokrasi Pilgub Jatim tahun 2029/2030 nantinya.






