MAKI Jatim siap bongkar dugaan Mega Korupsi SMK Swasta se Jawa Timur

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 2 Mei 2026,MAKI Jatim bersiap akan memberikan kado terindahnya untuk insan pendidikan Jawa Timur.
Kado terindah tersebut adalah pengungkapan dugaan kasus Mega Korupsi untuk sekolah SMK Swasta se Jawa Timur terkait pengelolaan anggaran dana BPOPP yang bersumber dari APBD 1 Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2023.
Dugaan Mega Korupsi yang menyasar kepada Sekolah SMK Swasta pada tahun anggaran 2023 ini jumlahnya bisa tembus ratusan Milyard,dan menjadi dugaan korupsi berjamaah serta terstruktur,sistematis dan masif karena dilakukan serentak bersama sama dengan dugaan pola korupsi yang sama juga terutama pada narasi pengSPJan.
Dugaan Mega korupsi tersebut berpotensi Negara dirugikan bisa puluhan Milyard,terutama Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena sumber anggarannya berasal dari APBD 1 Pemprov Jatin.
Skema bersama sama tersebut terungkap mulai dari tahapan perencanaan penganggaran sampai kepada eksekusi dan distribusi anggaran tersebut ke sekolah SMK Swasta se Jawa Timur.
“Awalnya kami masih kedepankan pola pikir positif dengan meminta klarifikasi dari para Kepala Sekolah SMK Swasta,dimana penyampaian informasi berbasis permohonan klarifikasi ini kami sampaikan kepada Kacabdin masing masing Kota/Kabuten Dindik Jatim untuk disampaikan kepada para Kepala Sekolah SMK Swasta se Jawa Timur,”jelas Heru MAKI,Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur.
Heru MAKI juga telah menyampaikan adanya ruang klarifikasi tersebut kepada beberapa Ketua MKKS SMK Swasta untuk kemudian diharapkan pesan ruang klarifikasi tersebut bisa disampaikan kepada para Kepala Sekolah SMK Swasta se Jawa Timur untuk bersama sama masuk pada ruang klarifikasi.
Setelah menunggu beberapa hari kabar bagaimana klarifikasi tersebut bisa dijawab,ternyata ruang klarifikasi tersebut akhirnya menjadi ruang kosong dan hampa serta tidak ada satupun klarifikasi dari para Kepala Sekolah SMK Swasta se Jawa Timur sesuai harapan MAKI Jatim.
“Sehingga kami dengan terpaksa menarik kesimpulan bahwa para Kepala Sekolah SMK Swasta se Jawa Timur tersebut telah sengaja mengabaikan permohonan klarifikasi kami,dan terkesan menganggap kami ini lembaga bodoh dan goblok sehingga tidak perlu ada klarifikasi atas temuan tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim tersebut,”ujar Heru MAKI.
Heru MAKI beranggapan bahwa diamnya para kepala sekolah SMK Swasta se Jawa Timur tersebut,apabila diartikan bisa masuk pada narasi ilustrasi apakah mereka pada bingung dan takut untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi,dan anggapan lainnya pastinya apakah mereka semua menganggap “ENTENG” MAKI Jatim secara kelembagaan dengan ruang klarifikasinya tersebut.
Saat ini MAKI Jatim tengah intensif melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sembari menunggu proses Pelantikan Kapala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dibawah nahkoda baru Dr Kohar sebagai Kajati Jatim yang baru.
Heru MAKI juga tegas menyampaikan bahwa dugaan Mega korupsi tersebut sudah pada tahapan final berkas pelaporan hukumnya dan sudah waktunya masuk pada tahapan pelaporan hukum resmi.
“Saran saya kepada para Kepala Sekolah SMK Swasta se Jawa Timur,laporan pengSPJan anggaran yang hanya menelan waktu 2-3 hari untuk teknis penyelesaiannya itu disiapkan saja,sembari cross cek kegiatan akan dilakukan setelahnya,”pungkas Heru MAKI sembari tersenyum dengan penuh canda.






