Hari Pers Nasional : Pers Sehat,Ekonomi Berdaulat,Bangsa Kuat

0
71

Tanggal 9 Februari menjadi hari yang istimewa bagi segenap insan pers dan dunia jurnalistik berkenaan dengan peringatan Hari Pers Nasional tahun 2026 dengan tema besar tahun ini adalah Pers Sehat,Ekonomi Berdaulat,Bangsa Kuat.

Tema HPN 2026 menjadi tonggak sejarah luar biasa,dimana ada digsi pengikut didalamnya yaitu sehat,berdaulat dan kuat.

Penggalan narasi sehat yang mengikuti kalimat Pers didalamnya mempunyai makna yang luar biasa ditengah kenyataan bahwa masih banyak insan pers yang menggunakan kekuatan media dan ‘keplek’ persnya untuk kepentingan yang masuk dalam kategori ‘tidak sehat’.

Frasa ‘sehat’ tentunya mengandung makna yang mengarah kepada kwalitas pada esensi pemaknaaan pers sendiri,baik dalam berperilaku sebagai insan pers maupun dalam giat penulisan jurnalistik

Dalam tubuh yang sehat,perilaku positif akan menjadi pengiring dalam menjalani aktivitas,dalam tubuh yang sehat,kekuatan dan kwalitas berpikir positif juga akan semakin menguat dan dalam tubuh yang sehat,narasi kreatifitas dan inovasi akan menjadi semangat khusus dalam menjalani aktifitas dunia jurnalistik.

Menjadi pertanyaan utama adalah ‘apakah kita sudah sehat atau masih setengah sehat?’pasti korelasinya dengan dunia jurnalistik yang kita jalani.

Frasa ‘berdaulat’ yang menempel pada kalimat ‘ekonomi’ juga menjadi digsi yang menarik untuk dikupas karena korelasi dari frasa berdaulat itu mengarah kepada ‘freedom of positive act’ atau kebebasan aksi jurnalistik tetapi tetap dalam bingkai postiif.

Berdaulat ini menjadi dimensi yang berada di tengah,antara makna kesejahteraan dan makna ekonomi lemah.korelasinya adalah ketika kebebasan berpendapat dalam menyajikan menu berita kita masih sangat dipengaruhi dengan ‘kemampuan’ dan ‘kekuatan’ yang mengarah kepada kesejahteraan dalam hal ekonomi.

Menjadi renungan utama karena saat ini insan pers yang tergabung dalam PWI dan aliansi serta organisasi pers lainnya,hanya mendapatkan sajian ‘aturan jurnalistik’ tanpa dibarengi dengan ‘perhatian khusus’ yang berhubungan dengan ‘kesejahteraan dan kemampuan ekonomi’ bagi para insan pers tersebut.

Pemerintah Pusat,Gubernur dan Bupati serta Walikota memang memberikan atensi dan perhatian berbasis anggaran untuk insan pers,tetapi apakah kemudian kebijakan penganggaran tersebut berlaku untuk semua insan pers atau hanya untuk segelintir kelompok saja.

Dalam linimasa media sosial yang semakin berkembang dengan sangat pesat,dunia jurnalistik juga berproses dan terbuka ‘kemudahan’ untuk insan pers untuk ‘menyelam’ dengan mendirikan domain domain word press yang sangat mudah untuk diikuti dengan biaya sewa domain yang murah dan tetap berkelas.

Frasa kuat yang menempel dalam kalimat ‘Bangsa’ sangat jelas mengandung makna bahwa kekuatan suatu Bangsa sangat berkorelasi dengan kekuatan jurnalistik yang mengiringi perjalanan Bangsa tersebut tentunya dalam bingkai framing positif.

Bagaimana kemudian dunia jurnalistik saat ini sangat dibutuhkan sebagai ‘public relation’ utama dalam menyampaikan wajah Bangsa dengan segala prestasi pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Hari Pers Nasional yang diperingati tanggal 9 Februari 2026 kali ini harusnya menjadi momentum kebangkitan insan pers menuju peningkatan kwalitas SDM dengan tetap mengedepankan prinsip kedaulatan dalam ‘kesejahteraan’ menuju Bangsa yang lebih kuat.

Dinamika konsep berita dengan segala pro dan kontra harus dipahami sebagai dinamika positif dengan selalu berbasis pola pikir positif dan tidak henti hentinya untuk menarik sisi positif dalam aneka sajian berita insan pers.

Selamat Hari Pers Nasional dan apresiasi setinggi tingginya selalu untuk segenap insan pers serta doa terbaik untuk dunia jurnalistik.

Leave a reply