
Akhirnya sejarah kelam dalam dinamika kehidupan bernegara dalam pemerintahan yang sah demi hukum dan merupakan hasil legitimasi produk pemilu yang sangat demokratis tercatat terjadi di Kota Pahlawan Suroboyo.
Tanggal 6 Januari 2025,bertempat di auditorium Kampus UNITOMO,disaksikan langsung Rektor UNITOMO sebagai (katanya) mediator,Armuji Wakil Walikota Surabaya menanda tangani SURAT PERMOHONAN MAAF atas segala hal yang telah dilakukan dan dianggap merugikan Ormas MADAS.
The Biggest Show yang terjadi kemarin (06/01) di kampus UNITOMO tentu saja mengagetkan semua pihak terutama arek Suroboyo WANI yang kebetulan beberapa jam sebelumnya juga menggelar pers rilis untuk menyikapi dinamika fluktuasi emosional yang berkembang pasca pelaporan Wawali Surabaya dan arek Suroboyo ke Polda Jatim oleh Ormas MADAS.
“Ini bicara harga diri Suroboyo,harkat dan martabat serta berbicara kebanggaan arek Suroboyo dalam menjaga kota Suroboyo serta menjaga harga diri dan kehormatan Pemimpin Suroboyo,dan kejadian diatas menjadi kejadian yang memalukan serta mencoreng harga diri dan kehormatan Suroboyo sebagai kota pahlawan,”tegas Heru MAKI,tokoh masyarakat Suroboyo yang kebetulan menjadi Ketua LSM MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur.

Tanggapan keprihatinan senada juga muncul dari Drg David,tokoh masyarakat Suroboyo atas kejadian penanda tanganan surat permohonan maaf yang resmi ditanda tangani dengan sadar oleh Armuji Wawali Surabaya.
Dengan nada mengecam,Drg David juga menganggap bahwa tindakan yang dilakukan Armuji sebagai Wawali Surabaya ini merupakan tindakan bodoh dan menoreh luka mendalam bagi arek Suroboyo yang identik dengan slogan WANI.
Heru MAKI menambahkan bahwa pasca kejadian tersebut diatas,akhirnya membawa aura dinamika perlawanan masif yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan sebagai bukti bahwa arek Suroboyo WANI.
Dari beberapa tokoh arek Suroboyo sepakat untuk menggelar Apel Siaga Arek Suroboyo WANI sebagai bukti nyata bahwa arek Suroboyo sangat keras menentang premanisme dan mengecam keras narasi ilustrasi pengkotakan dalam wadah perwakilan suku seperti yang pernah disampaikan Walikota Surabaya.
“Suroboyo WANI akan menjadi narasi utama dalam apel siaga akbar yang akan dilakukan di halaman depan Balai Kota,representasi rumah rakyat arek Suroboyo dan akan dipastikan ribuan massa akan bergerak bersama sama menghadiri dan mengikuti apel siaga akbar tersebut,”ujar Heru MAKI.
Heru MAKI bersama Drg David,Mas Purnama,dan Mas Ruddy Gaol sebagai penggerak giat apel siaga “arek Suroboyo WANI” juga akan mendatangi kampus UNITOMO untuk bertemu langsung dengan REKTOR UNITOMO dan menanyakan apa sebenarnya konsep design dari pertemuan kemarin yang murni digagas REKTOR UNITOMO.
Heru MAKI dengan tegas menyampaikan bahwa Rektor UNITOMO menjadi pihak yang harus bertanggung jawab ketika sengaja menjadi saksi atas penanda tanganan surat permohonan maaf yang telah sadar dilakukan Wakil walikota Surabaya.
“Yang pasti pasca kejadian pers rilis arek Suroboyo WANI dan penanda tanganan surat permohonan maaf Wawali Surabaya di depan Rektor UNITOMO,Suroboyo sementara akan tidak baik baik saja,CATAT ITU,”pungkas Heru MAKI.






