MAKI Jatim berikan apresiasi mendalam atas prestasi Bupati Jember,Gus Fawaid terkait keberhasilan NYATA menurunkan angka kemiskinan menjadi 8%

0
18

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, jumlah penduduk miskin di wilayah Kabupaten Jember akhirnya berkurang sebanyak 15.990 jiwa atau awalnya dari 8,67% angka kemiskinan berhasil turun menjadi hanya 8%.

Data yang dipublikasikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember pada Senin 19 Oktober 2026 menunjukkan jumlah penduduk miskin pada 2026 mencapai 200.770 jiwa, turun dari 216.760 jiwa pada tahun sebelumnya.

Angka Kemiskinan Terendah dalam Capaian tersebut menjadi angka kemiskinan terendah di Jember dalam rentang data tahun 2016–2026. Penurunan itu juga melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19, ketika tingkat kemiskinan pada 2019 tercatat sebesar 9,25 persen.

Berdasarkan catatan BPS Jawa Timur, tingkat kemiskinan Jember sempat meningkat pada masa pandemi, dari 10,09 persen pada 2020 menjadi 10,41 persen pada 2021. Jumlah penduduk miskin pada periode tersebut mencapai 257.090 jiwa.

Setelah itu, angka kemiskinan berfluktuasi sebelum kembali menunjukkan tren penurunan. Pada 2022, persentase penduduk miskin tercatat 9,39 persen, kemudian naik menjadi 9,51 persen pada 2023.

Pada 2024, angka tersebut turun menjadi 9,01 persen dan kembali menyusut menjadi 8,67 persen pada 2025, hingga mencapai 8 persen pada 2026.

Bupati Jember,Gus Fawait menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jember menyebut penurunan angka kemiskinan tersebut sejalan dengan upaya pengurangan beban pengeluaran masyarakat, penguatan perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pemulihan ekonomi lokal.

Meski demikian, keberlanjutan penurunan kemiskinan tetap memerlukan program yang tepat sasaran, terutama untuk memperkuat daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.

“Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kondisi sosial-ekonomi Jember. Evaluasi terhadap program penanggulangan kemiskinan tetap diperlukan untuk memastikan perbaikan statistik tersebut diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. “pungkas Gus Fawaid dalam rilis pers ke awal media.

MAKI Jatim apresiasi mendalam atas keberhasilan Bupati Jember berkenaan dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 8%

Heru MAKI,Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi positif luar biasa kepada Bupati Jember,Gus Fawaid berkenaan dengan peestasi kerja terkait penurunan angka kemiskinan menjadi 8%.

“Tentu saja,tangan dingin Bupati Jember,Gus Fawaid dalam aktualisasi program untuk memberdayakan masyarakat Jember sehingga berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 8% akan menjadi modal positif berbasis narasi fakta dan data,untuk kemudian melambungkan nama Gus Fawaid dalam kancah pertarungan menjelang Pilgub tahun 2030 nantinya,”ungkap Heru MAKI.

Keberhasilan Gus Fawaid,Bupati Jember dalam menurunkan angka kemiskinan harusnya menjadikan Gus Fawaid sebagai role model teladan yang patut ditiru Kepala Daerah lainnya terutama dalam semangat pemberdayaan masyarakat yang akhirnya berimbas positif dalam penurunan angka kemiskinan ekstrim.

Kabupaten Jember secara geografis menjadi Kabupaten penopang wilayah timur Provinsi Jawa Timur,saat ini terlihat selalu berbenah dengan program program andalan inisiasi dari Bupati Jember,Gus Fawaid dan bisa langsung dirasakan Masyarakat Jember pada umumnya.

Heru MAKI berharap program program andalan inisiasi dari Bupati Jember tersebut nantinya bisa diaplikasikan kepada Masyarakat Jawa Timur juga nantinya,tentunya pasca Gus Fawaid berhasil keluar sebagai pemenang dalam Pilgub Jatim tahun 2030.

Leave a reply