MAKI NTB bersiap ungkap dugaan korupsi RS Lombok Timur serta aroma KKN dugaan SPPG milik Bupati Lombok Timur

Linier dengan desakan MAKI NTB kepada Kejaksaan Negeri Lombok Timur untuk memulai tahapan penyelidikan dan penyidikan dari hasil pengembangan kasus pengadaan laptop Chromebook 32 M yang diduga menyeret nama Sekda Lombok Timur sesuai fakta persidangan ke 6 terdakwa,MAKI NTB juga akan melakukan pengembangan proses Pulbaket internal.
Salah satu yang menjadi sorotan tajam MAKI NTB adalah pengelolaan anggaran belanja dan anggaran Rumah Sakit Lombok Timur di Labuhan Lotim.Informasi yang masuk untuk dugaan korupsi pada Rumah Sakit Lotim saat ini sedang masuk tahapan penajaman validitas data.
MAKI NTB dalam kesempatan ini juga menyampaikan penghargaan setinggi tingginya atas laporan masyarakat yang masuk berkenaan dengan dugaan Mega korupsi pada Rumah sakit Lombok Timur tersebut.
Dalam melakukan telaah,pulbaket internal dan penajaman data,MAKI NTB juga akan berkoordinasi dengan Komisi Informasi Publik dalam rangka permohonan data yang apabila tidak diberikan oleh Managemen RS Lotim,maka permohonan dan sengketa data akan mengarah sementara kepada Komisi Informasi Publik sesuai UU Nomer 14 tahun 2008.
Terbaru MAKI NTB juga menelusuri adanya dugaan KKN yang mengemuka ketika Bupati Lombok Timur diduga menggerakkan anggota keluarga untuk mengelola SPPG dengan program MBGnya di wilayah Lombok Timur NTB.
Tidak main main,diduga Bupati Lombok Tikur terpilih memiliki sekitar 27 titik lokasi pengelolaan SPPG dengan program MBG gratisnya.
Dalam penelusuran tim Litbang dan Investigasi MAKI NTB,identifikasi lokasi titik SPPG yang diduga milik Bupati Lombok Timur masih dilakukan intensif dan nantinya akan menjadi temuan berbasis laporan yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri.






