Luar biasa,semangat efisiensi anggaran dalam tahun anggaran 2026 di semua jajaran Kementerian,tidak berlaku untuk Kanwil Kemenag Kabupaten Blitar

0
38

Daftar isian proyek anggaran (DIPA) menjadi instrumen penting dalam peningkatan kwalitas laju pembangunan baik infrastruktur maupun pengembangan SDM terutama pada konstruksi anggaran Kanwil Kementerian Agama Kabupaten Blitar.

DIPA untuk tahun anggaran 2026 tentunya sudah menjadi konstruksi anggaran yang telah disepakati bersama antara Legislatif dengan Eksekutif pada bulan Oktober Tahun 2025.

Dalam tahun anggaran 2026,Kemendagri sudah memberikan himbauan yang sangat jelas berkaitan dengan pentingnya semua Kementerian/Lembaga/Pemerintahan dan Kedinasan untuk bersama sama mengusung semangat pentingnya efisiensi anggaran dan pengurangan anggaran untuk perjalanan dinas,makanan dan minuman serta rapat rapat kedinasan pada hotel atau tempat di luar kantor.

Semangat efisiensi anggaran tersebut tidak berlaku bagi Kantor wilayah Kementerian Agama Kabupaten Blitar dengan jajaran kedinasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se Kabupaten Blitar.

Hal ini terlihat dari kedatangan Kepala Sekolah dan pengurus MAN se Kabupaten Blitar hari ini di Bandara Praya Lombok Nusa Temggara Barat.

Terlihat puluhan pengurus MAN se Kabupaten Blitar melaksanakan giat “Rapat Koordinasi Bedah DIPA TA 2026” di Mataram Nusa Tenggara Barat. Kedatangan para jajaran pengurus MAN se Kabupaten Blitar pagi tadi,22 Januari 2026,dengan senyum lega di Bumi Gora NTB ini tentunya harus mendapatkan sorotan tajam,atensi dan perhatian Kanwil Kemenag Kab Blitar.

Heru Satriyo,S.Ip,Ketua MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Provinsi Jawa Timur memberikan reaksi serta komentar yang sangat pedas pada kejadian tersebut diatas.

“Gambaran kedatangan puluhan pengurus MAN se Kabupaten Blitar ini tentunya berpotensi mencoreng wajah Kementerian Agama dan jelas “menantang” himbauan Mendagri dan Presiden Prabowo berkaitan dengan pentingnya menggelorakan semangat Efisiensi anggaran pada tahun anggaran 2026 ini,”jelas Heru MAKI.

Heru MAKI menduga bahwa giat yang dikemas dalam rapat koordinasi Bedah DIPA tahun anggaran 2026 untuk MAN se Kabupatem Blitar berpotensi hanya kedok saja,dan dipastikan mereka akan melakukan perjalanan wisata saja di Lombok NTB.

Secara kelembagaan,MAKI Jatim akan meneruskan permasalahan dugaan pemborosan anggaran untuk hal yang tidak perlu dilakukan ini kepada Menteri Agama,Inspektorat Kementerian Agama dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Bidang hukum MAKI Jatim juga akan mengkaji peluang untuk melaporkan Kakanwil Kemenag Kabupaten Blitar serta Kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se Kabupatem Blitar berkenaan dengan dugaan kesengajaan melanggar semangat efisiensi anggaran berdasarkan regulasi dan aturan yang semestinya berlaku.

MAKI Jatim menyatakan tidak akan main main dalam pengungkapan dugaan pelanggaran tersebut dan bersiap untuk menyeret semua pihak yang diduga sengaja menggunakan anggaran yang melenceng dari penggunaan semestinya.

“Yang pasti,DIPA itu sudah tersaji dengan detail penggunaan anggaran untuk apa saja dan tidak perlu dibedah lagi,dan ngapain juga ada rakor bedah DIPA,toh itu tusi dari legislatif dan eksekutif dalam hal ini Kementerian Agama,saat ini masyarakat itu gak goblok melihat situasi tersebut,CATAT ITU,”pungkas Heru MAKI.

Leave a reply